Times fly....!!betapa cepatnya waktu berlalu. Sepertinya baru kemarin saya nangis-nangis tak mau meninggalkan indonesia ketika Ramadhan 1431 H. Sedih rasanya saat Lebaran kurang seminggu dan harus pindah. Padahal Lebaran adalah saat berkumpul dengan keluarga dan me halon silaturahmi. Tapi apa mau dikata, tahun ajaran baru untuk sekolah S2 di Nijmegen segera dimulai awal September, jadi tetaplah harus pergi meski berat. Sejak itu, momen Lebaran selalu saya lalui di tanah rantau, Eropa. At least sebelumnya saya sudah mempersiapkan hati, jika Lebaran 2010 akan menjadi momen terakhir saya di Indonesia, ternyata benar saja. Yap!dan tahun ini akan menjadi Lebaran KETIGA di Belanda.
Well, untuk masalah rasa tidak perlu ditanyakan dan saya ceritakan. Terlalu retoris lah yaaa...yang ingin saya bagikan adalah tentang Ramadhan dan Lebaran yang selalu berkesan meski jauh dari kampung halaman.
Lebaran 2011 adalah saat pertama Lebaran di tanah rantau. Bersyukur sekali ketika di Nijmegen ada keluarga Kemuni yang selalu merayakan Lebaran meski dengan keterbatasan dan kesederhanaan, namun tetaplah bermakna. Masih begitu lekat dalam ingatan saya, hari itu setelah sholat saya nangis dan susah berhenti. Entah dengan alasan apa yang saya tidak tahu, air mata saya mengalir dengan derasnya, hingga orang-orang bingung ada apa dengan saya. Kesedihan yang tertahan mungkin, tapi setelah beberapa saat akhirnya reda juga. Saat itu pula, saya bertemu dengan seorang teman dari kota tetangga, Arnhem. Namanya mbak Indri dan setelah panjang lebar bercerita, ternyata kami adalah tetangga!! Dia berasal dari Magelang dan rumahnya hanya berbeda RW dengan rumah eyang saya yang juga di Magelang. Alhasil, kamipun ngbrol tentang tradisi Lebaran yang biasanya kami lalui di Magelang. Dan obrolan ringan kamipun mampu sedikit mengobati kesedihan saya. Ternyata ada teman berbagi dan senasib. Saya pun merasa cukup tegar melalui Lebaran yang jauh dari kampung halaman.
Dari momen Lebaran 2011 itu, di tahun selanjutnya saya juga menghabiskan Ramadhan dan Lebaran di Belanda. Tahun 2012 adalah Ramadhan yang penuh tantangan, tapi syukurlah saya mampu melaluinya juga. Puasa pertama di tanah rantau, jauh dari keluarga, menjadi kaum minoritas, dan durasi berpuasa di kala musim panas. Perpaduan yang sulit, tapi saya yakin akan bisa melaluinya, pengalaman langka yang tidak semua orang mendapatkan dan sanggup. Untunglah, bulan Ramadhan jatuh saat musim liburan, sehingga aktivitas pun sedikit berkurang. Tapi tetep dasarnya saya tidak bisa diam, libur musim panas pun saya habiskan 2 minggu di Utrecht untuk mengikuti summer school infection and immunity. Lumayan untuk tambahan kredit dan ilmu. Puasa selama kurang lebih 18 jam pun tidak begitu terasa. Tapi menahan haus sungguh memerlukan tenaga ekstra. Suhu udara dan kelembaban yang tinggi membuat cepat haus. Itu tantangan terberat saya, mungkin untuk kaum adam, menjaga pandangan akan menjadi lebih berat..:p
Dan bulan Ramadhan pun diakhiri dengan Lebaran bersama keluarga Kemuni lagi. Lebaran 2012 terasa lebih berkesan karena berhasil menuntaskan Ramadhan dan dirayakan bersama lebih banyak anggota Kemuni. Rasanya seperti di Indonesia karena ada ketupat dan aneka masakan khas Lebaran. Meski sedih tidak bisa berkumpul dengan keluarga besar di Indonesia, tapi Lebaran di rantau masih cukup berkesan dan mampu mengobati kerinduan kampung halaman.
Tak terasa, Ramadhan 2013 pun datang juga. Bersyukur sekali masih bisa bertemu dengan bulan penuh rahmah. Tahun ini pun akan saya habiskan Ramadhan dan Lebaran di rantau karena sebentar lagi saya wisuda dan "nanggung" jika harus mudik, apalagi permit saya juga akan habis. Jadi "neng thoyib" deh saya, 3 Lebaran tak pulang..:p Tak mengapa asalkan senang dan masih bisa menelpon keluarga di Indonesia. Mungkin juga ini Lebaran terakhir saya di Eropa, so nikmati saja, semua pasti ada hikmahnya. Di manapun berada, entah Indonesia ataupun Eropa, toh masih di bumi Allah... :) semoga puasa Ramadhan membawa berkah bagi semua dan kita kembali fitri saat Lebaran nanti..
Written during "heart of Europe trip" on board of ICE train with my poPod...:)