Ramadhan 1433 H, bulan yang senantiasa dianantikan oleh umat muslim diseluruh dunia. Pada tahun ini bulan Ramdhan jatuh pada musim panas, yang artinya, bagi muslim yang tinggal di bagian bumi utara akan mendapat waktu puasa yang lebih lama dibandingkan dengan muslim tinggal dekat dengan khatulistiwa. Dan inilah pengalaman saya menghabiskan Ramadhan di rantau. Meski baru menginjak hari ketiga dan belum tau apa yang akan terjadi ke depan, saya ingin saja berbagi apa yang saya rasakan dipermulaan bulan suci ini.
Tadinya saya sempat gamang juga untuk menghabiskan bulan Ramadhan di sini, karena sejak awal tahun ibu saya sudah meminta saya untuk mudik summer ini. Namun berhubung saya merasa sulit menemukan tiket murah saat summer, maka saya tangguhan saja, dan saya putuskan untuk menghabiskan summer saya di Nijmegen. Tahun lalu saya mendapatkan 1 minggu terakhir puasa di Eropa dan ber-Idul Fitri disini. Sedih rasanya waktu itu, satu minggu menjelang Lebaran saya harus berpisah dengan keluarga dan orang-orang yang saya sayangi. Namun, demi cita-cita, saya kuatkan hati ini untuk melangkah, apapun adanya ini adalah mimpi saya. Ketika tahun ini saya harus menghabiskan Ramadhan dan Idul Fitri di sini saya merasa lebih kuat dan lebih tegar, menikmati satu tahun terakhir saya di Eropa. Tampaknya saya mulai betah tinggal di sini.
Hari pertama bulan Ramadhan jatuh pada hari Jumat, 20 Juli 2012. Beberapa hari menjelang Ramadhan sekiranya biasa saja, tidak ada yang spesial. Saya menyadari benar bahwa suasana Ramdhan di sini akan sangat berbeda dengan yang biasa saya lewatkan di Indonesia. Sahur seorang diri di rumah tampaknya akan menjadi terbiasa. Beruntung jika ada yang mengundang atau mengajak buka bersama, ada teman berbagi lah. Namun jika tidak pun selalu berusaha untuk menikmati setiap detik bulan ini. Walau terkadang kangen juga dengan suasana di Jogja terutama, saat berbuka di tengah keluarga, berangkat tarawih, dan kerinduan saya pada Masjid Kampus UGM. Entah mengapa saya merasa sangat nyaman jika bisa tarawih di Maskam. Buka bersama dan silaturahmi dengan teman-teman yang jauh dan jarang bertemu juga senantiasa mewarnai hari-hari di bulan Ramdhan. Ya, tahun ini saya harus rela melewatkan moment Ramadhan di tanah air dan menikmati Ramdhan di rantau. Meskipun begitu semoga tidak mengurangi kebahagiaan menyambut bulan penuh berkah ini. Dan semoga orang tua saya tetap bisa menikmati Ramdhan tanpa saya, biasanya waktu sahur itu bertiga dan agak ramai, tapi sekarang sepi hanya berdua tanpa saya. Semoga kucing-kucing saya di rumah mampu memberikan keramaian tersendiri saat menikmati makan sahur.
Then which favor of your Lord will you deny.....
Then which favor of your Lord will you deny.....
No comments:
Post a Comment