Tahun kedua sebagai master student. Bagi sebagian orang hal tidak terlalu menjadi masalah mungkin, karena kebanyakan mahasiswa yang sekolah di luar negeri biasanya sudah memiliki posisi (pekerjaan) tetap di Indonesia. Selesai S2 bisa dong langsung kembali mengabdi pada negara atau perusahaan yang menyekolahkan. Namun, bagi sebagian kecil yang lain, tahun kedua mungkin menjadi masa penentuan lagi, termasuk saya.
Yap! tahun ini saya harus memikirkan apa yang akan saya lakukan setelah selesai S2. Istilah kerennya GALAU lah ya...galau lagi..galau lagi... kapan selesainya yah ini galau?? perasaan jaman saya SMP ke SMA, SMA ke kuliah, kuliah ke S2, belum terlalu mengenal istilah itu. Dulu si adalah ya bimbang memilih sekolah, takut, dan khawatir tidak diterima, nanti ke depan seperti apa. Tapi tidak ada itu istilah galau. Tapi sekarang ng-trend banget sepertinya. Sedikit-sedikit galau, galau inilah, galau itu lah, pokoknya semua ada galaunya. hmmmmm.....
Tapi memang begitu mungkin siklusnya, harus ada galaunya dulu sebelum mantab dengan pilihan. Saat ini pun saya galau, walau mungkin tak begitu terlihat jika dibanding jaman awal-awal S2. Galau bagaimana melanjutkan hidup setelah lulus nanti (semoga). Meskipun pilihan selalu ada, tapi mungkin tidak semuanya baik bagi saya. Harus selektif dan teliti untuk melangkah, jalan mana yang terbaik dan cukup memungkinkan untuk saya capai. Dua bulan kedepan mungkin akan menjadi bulan galau, mencoba melihat peluang, membaca suasana, dan menyesuaikan dengan kondisi faktual. Tapi mungkin saja saya tidak akan terlalu memikirkan dan cenderung membiarkan semua mengalir. Seperti sebuah quote yang pernah saya baca "If everything has been written, why should be worry?? Yang pasti akan ada Dia yang selalu menuntun kemana kaki ini akan melangkah. Bukan begitu??
curcol??
mungkin... :p
Pulkaaaam..... pulkaaaam.... ^_^
ReplyDeleteahahahhaa..pulang gak yaa.. :P
DeleteAh, si neng mah galau terusss :D
ReplyDeleteyang galau yang bertumbuh dong kaka.. :D *alesan
Delete