December 10, 2011

Under the moonlight

Saya dengar dari berita bahwa saat ini sedang terjadi gerhana bulan. Ini adalah gerhana bulan terakhir sebelum kita bisa melihat gerhana bulan kembali tiga tahun dari sekarang. Beruntunglah rekan.rekan yang berada di daerah Asia karena bisa menyaksikan dengan mata telanjang. Bagi saya sendiri yang berada di dataran Eropa yang saya lihat beberapa jam lalu bukan gerhana, namun bulan purnama. Satu kata yang terlontar ketika saya melihat ke arah timur laut...

Wow!!!

Subhanallah...bagus banget bulannya. Kemarin sepulang saya dari lab saya juga dibuat terkesima oleh indahnya bulan. Bersyukur sekali karena 2 malam ini langit di atas kota Nijmegen cerah walau ada mendung namun tak menghalangi keindahan pancaran kemilau sang bulan. Entah mengapa saya selalu senang melihat bulan, apalagi kalau di hitamnya langit saya juga bisa menemukan bintang.bintang. Seolah ada energi yang tiba-tiba mengalir ketika saya mendongak ke langit dan melihat cahaya-cahaya cerah itu. Ada harapan yang saya gantungkan di sana dan dekat dengan Sang Pencipta, membuatnya selalu terngiang dan harus diwujudkan. 

Jujur saja, di tulisan ini saya tidak mempersiapkan apa-apa. Tiba-tiba saja saya ingin berbagi tentang keindahan bulan yang saya rasakan di langit Belanda. Namun tiba-tiba saya ingin sedikit berintrospeksi, seperti tema status BB saya bulan ini, DECEMBER : introspection and resolution.

Ya, tak terasa sudah jauh saya melangkah. Waktu berlalu begitu cepatnya hingga 2 musim telah saya lalui. Separo musim panas, musim gugur, dan sekarang awal musim dingin. Pergantian yang cukup cepat bagi saya karena di Indonesia saya hanya mengenal 2 musim sedangkan di sini gado-gado musimnya, bervariasi. Dan tak jarang suasana hati mengikuti pergantian musim...:P
Dan sudah selama itu pula saya tinggal sendiri. Hidup di negeri orang memang membutuhkan mental yang tahan banting, harus mau mandiri dan mengatur semuanya sendiri. Saya tidak memungkiri bahwa di bulan-bulan pertama saya sering sekali menangis dan tangis itu mengalir begitu saja tanpa disadari. Masa transisi memang tak pernah nyaman. Namun untuk mencapai zona nyaman mau tidak mau harus melalui masa itu. Yang saya yakini adalah masa ini hanya sebentar, tak akan lama. ketika sudah bisa menemukan "titik cling" nya maka semua akan terasa lebih mudah. Tak lupa doa adalah cara paling mujarab untuk mengatasi smua kesulitan itu, lebih dekat dengan Sang Penuntun maka jalan ini akan lebih mudah untuk dilewati. Ternyata saya pun bisa bertahan sampai sekarang. 

Perasaan sepi pun terkadang datang menyapa saat sendiri dan membuat virus galau dengan mudahnya menghantam pertahanan hati yang sudah dikuat-kuatkan. Menurut saya hal itu wajar-wajar saja, asal tidak sering dan sampai mengganggu kegiatan sehari-hari Ketika perasaan itu datang pun saya menerimanya, namun ketika sudah terbawa itu perlu ditangani dengan cara melakukan kegiatan yang disukai, misalnya jalan-jalan..:) sedikit bnyak dengan melihat dunia luar maka akan ada energi baru yang datang. 

Merasa jenuh dengan rutinitas kuliah pun pernah saya alami. Kuliah dengan bahasa inggris memang tidak mudah. Terkadang ada dosen yang menjelaskan kuliahnya begitu cepat, ada yang bahawa inggrisnya kurang jelas, ada yang suaranya kecil sekali, pokoknya karakter dosennya juga bermacam-macam. Tampaknya mahasiswa indonesia sudah dibekali kretivitas untuk menangani maslah-masalah yang berkaitan dengan kuliah. Kalu sudah mentok begini akahirnya saya meminjam catatan teman dekat saya, foto copy, membuka bahan kuliah sang dosen, dan nongkrong berjam-jam di perpus. barulah setelah beberapa lama pencerahan itupun datang juga. Kalau masih belum paham juga biasanya saya mengajak teman untuk berdiskusi. Syukurlah teman-teman international saya ternyata senasib dengan apa yang saya rasakan, sehingga kami pun bisa belajar bersama dan memahaminya bersama-sama. Dan ketika saat ini saya sudah memulai internship saya, tugas pun semakin meningkat. Sehari-hari saya berangkat pukul 8.30 dan pulang pukul 5.30. Jadwal yang sangat padat dan cukup melelahkan. Tugas saya di internship kali ini  berada dalam bidang Tumorimunologi. kedengarannya saja amat sulit, namun bagi saya yang begitu mencintai bidang inii, sesulit apapun pasti akan ada jalan. Dalam 6 bulan ke depan saya akan mendalami masalah-masalah penelitian pre-klinik dalam bidang Tumorimunologi. Saya akan banyak bekerja dengan hewan percobaan dan beberapa pekerjaan selama kultur. Dua bagian yang cukup berbeda, tapi inilah yang saya sukai. Maka, saya nikmati saja semua proses ini karena saya yakin di depan sana akan ada sesuatu yang besar yang akan saya raih. 

Mungkin tulisan ini tidak terlalu berkorelasi dengan berbagai tulisan saya yang lain. Saya hanya teringat pemikiran dan introspeksi yang saya alami saat mengayuh sepeda saya dibawah cahaya bulan purnama



4 comments:

  1. semangats.. haha..
    nanti minta tipsnya ya nul, kekekek :p
    -Rie-

    ReplyDelete
  2. yuhaaa...semngadzz penuh 45 nehh..:P
    bereess...^^ I'm with u laahh...:)

    ReplyDelete
  3. semangaaat,, aku sdah mupeng tingkat dewa sama yang mau ke eropah niiiiihhhh :D

    ReplyDelete