Salju di luar masih saja turun, meski tidak begitu deras dan tidak menumpuk seperti bulan-bulan sebelumnya, tapi tetap dingin. Sudah bulan maret dan suhu masih saja dibawah nol derajat. Terkadang berasa surga jika melihat perkiraan cuaca diatas nol derajat. Well, tapi tak mengapa toh ini winter kedua saya, sudah mulai terbiasa hidup di belahan bumi dengan empat musim. Selama tidak mengganggu aktivitas harian dan masih bisa bersepeda, saya tidak akan terlalu banyak komplain. Dingin? sudah pasti. Baju berlapis-lapis? wajar. Sepatu boots? wajib juga. Namanya tinggal di negeri empat musim semua persiapan harus matang jika tidak ingin mengeluh terus dan tetap hidup wajar seperti penduduk asli. Walaupun toh, mereka juga kadang mengeluh. Intinya, life must go on whatever the conditions. Bukan begitu??
Hehehehe... harusnya saat ini saya menulis satu paragraf thesis yang cukup menentukan, tapi saya ingin sejenak beranjak ke blog yang sudah lama sekali rasanya saya tinggalkan. Sedihnya, padahal biasanya saya cukup rajin memposting tulisan, walau terkadang tidak terlalu penting dan mungkin tidak ada yang mengunjungi. saya cukup tahu, tulisan-tulisan saya terlalu lugu dan banyak menceritakan kehidupan saya selama di Belanda. Kalau mau dirubah, ya.... sudah begini style saya menulis, apa adanya dan apa yang ingin saya ungkapkan saat itu. Jika mungkin ada yang membaca saya cukup senang, jikapun tidak, saya juga tidak mengapa. Bagi saya menulis adalah mengungkapkan apa yang sedang saya rasakan dan sejenak ingin saya bagikan. Seperti kata pepatah yang saya juga lupa sumbernya, hidup terlalu sepi dan sombong untuk dihabiskan seorang diri. Dengan menulis, saya bisa sedikit membagikan apa yang saya alami dan apa yang saya miliki. Meski tiduk berwujud nyata secara materi, tapi saya berharap bisa sedikit memberikan manfaat.
Kali ini saya tidak memiliki topik khusus untuk menulis sebenarnya. Saya hanya ingin menyapa diantara tulisan report internship dan thesis yang harus saya bereskan. Menuliskan keduanya cukup membutuhkan waktu dan pikiran saya cukup terkuras dengan 2 hal itu. Tapi saya sadari bahwa ini adalah sebuah proses. Proses untuk mencapai gelar yang lebih tinggi dan saya perjuangkan hingga harus meninggalkan keluarga dan sahabat-sahabat saya di Indonesia. Pasti ada jalan dan waktu yang tepat akan sebuah pencapaian dari semua proses yang harus saya lewati. Itu yang saya percaya. Yang penting saya berusaha dan melakukan yang terbaik, masalah hasil itu urusan-Nya. bukan begitu?
Yap, setelah tiga paragraf ini, sepertinya saya harus kembali fokus menulis dan mencari inspirasi untuk paragraf.paragraf selanjutnya. Jika nanti report dan thesis sudah beres, saya pasti akan bisa menulis lebih panjang lagi. Dan, semoga spring tahun ini akan lebih cantik juga manis daripada sebelumnya...:)
Mbak Innaaa :) salam kenal kembali. ^^ Makasih udah mampir ke blogku. Makasih bangeeeet juga atas tawaran postcardnya ya *loncatloncat*
ReplyDeleteWah asyiknya bisa belajar di NL. Ada linkn gak gimana awal mula bisa sampe ke sini? siapa tahu aku bisa ikutan jejaknya ^^ *mupeng*