August 13, 2012

Dalam sebuah refleksi perjalanan

As we go on we remember...
All the time we had together.....

Waktu telah berlalu dan satu tahun sudah saya meninggalkan Jogja. Kota tempat saya dibesarkan, kota yang begitu penuh cerita untuk saya. 19 Agustus 2011, ketika pesawat GA 088 lepas landas dari bandara Soekarno-Hatta dan membawa saya mendarat di Schiphol airport, NL, saat itulah semua mimpi saya untuk menuntut ilmu di Eropa terwujud. Mimpi dan harapan yang tertanam dalam diri saya sejak SMA dan terus menginspirasi saya hingga di bangku kuliah. Saya tidak pernah tahu apa yang seharusnya saya lakukan untuk mewujudkannya, semua berlangsung cukup cepat bagi saya dan hanya tuntunan-Nya yang bisa membuat langkah saya jelas menuju harapan besar itu. Saya hanya perlu percaya dan pasrah jalan mana yang terbaik untuk saya lalui. Dan hasilnya, sesuai dengan apa yang saya harapankan selama betahun-tahun lalu. 

Begitu menjejakkan kaki di tanah Eropa pun saya tidak tahu akan seperti apa hidup jauh dari orang-orang yang saya sayangi. Jauh dari orang tua yang telah membesarkan saya dan memberikan izin serta restunya untuk saya pergi. Namun, yang saya yakini Dia selalu ada, Dia tak pernah tidur dan akan selalu menuntun saya kapan pun di mana pun berada. Di Nijmegen ini saya pun menemukan keluarga baru, kehidupan yang baru, rutinitas baru yang selalu saya nikmati setiap momennya. Di sesi awal tinggal jauh dari keseharian sebelumnya memang cukup berat, saya hanya yakin bahwa saya bisa melaluinya dan bertahan hidup disini. Dan inipun terbukti, saya betah tinggal di kota kecil ini. Nijmegen yang menurut saya seperti Jogja, meski berbeda di setiap sudutnya. Selalu ada kerinduan yang saya rasakan ketika saya pergi traveling. Beberapa hari keluar dari Nijmegen membuat hati saya merasa ada yang kurang. Itulah sedikit gambaran kehidupan saya selama satu tahun ini. Kehidupan akademik saya pun juga mengalami pasang surut 

Sudah setengah jalan saya menempuh pendidikan S2 di Belanda. Dunia akademik di sini memang sangat berbeda dengan yang pernah saya alami di Indonesia. Pendidikan master saya cukup sedikit kuliahnya, lebih banyak riset yang dilakukan. Di tahun pertama saya menghabiskan 3 bulan pertama untuk kuliah full dan selanjutnya kuliah hanya di hari Jum'at disamping riset. Di tahun kedua nanti saya akan mengerjakan satu lagi riset dan mengikuti 3 kuliah. Bagi saya proporsi pendidikan seperti ini sangat nyaman, karena jujur saja saya kurang suka dengan kuliah di kelas dan berakhir dengan ujian. Menurut saya pendidikan itu harus dinilai dari prosesnya bukan hanya ujian di akhir. Jika prosesnya baik tentu hasilnya akan baik, jika prosesnya kurang maka hasilnya pun kurang memuaskan. Dalam riset yang saya lakukan inilah semua proses akan dinilai. Secara tidak langsung ini membuat saya lebih mengerti essensi setiap pendidikan yang telah saya tempuh sejauh ini. Bagaimana perbedaan menjadi bachelor student dan master student mulai jelas terasa. Saat saya mampu menemukan sendiri essensi apa yang saya lakukan sesungguhnya saat itulah titik balik bagi saya untuk menata langkah-langkah lebih lanjut sehingga outputnya akan baik adanya. Saya juga menyadari standar pendidikan master di Belanda itu tinggi. Untuk mendapatkan nilai yang memuaskan itu perlu banting tulang bagi mahasiswa internasional (*lebaydikit), tidak seperti yang saya alami dulu ketika di Indonesia. Masa transisi akademik saya sudah berlalu dan saya harus memiliki strategi agar dapat lulus disetiap mata kuliah yang saya ambil. 

Merangkum perjalanan satu tahun ini, saya merasa sangat bersyukur dan sangat beruntung atas kesempatan yang telah diberikan-Nya untuk saya. Yang perlu saya lakukan sekarang adalah menggunakan setiap waktu saya di Eropa ini dengan sebaik-baiknya dan pulang ke Indonesia dengan mambawa ijazah master untuk saya persembahkan bagi orang tua saya dan bagi almamater saya. Jika masih ada izin-Nya, saya ingin mengabdikan apa yang saya miliki bagi almamater saya tercinta. 
Tak lupa terima kasih saya untuk teman-teman dan keluarga baru saya di Nijmegen yang selalu mensuport saya disetiap kesempatan. 







No comments:

Post a Comment