Teringat sebuah nasehat dari Imam Syafi'i di novel Negeri 5 Menara yang menuliskan
Pergilah (merantaulah) dengan penuh
keyakinan, niscaya akan engkau temui lima kegunaan, yaitu Ilmu
Pengetahuan, Adab, pendapatan, menghilangkan kesedihan, mengagungkan
jiwa, dan persahabatan.
Sungguh aku melihat air yang tergenang
membawa bau yang tidak sedap. Jika ia terus mengalir maka air itu akan
kelihatan bening dan sehat untuk diminum. Jika engkau biarkan air itu
tergenang maka ia akan membusuk.
 |
Brussels from above |
Sebenarnya anjuran ini masih ada beberapa kalimat namun saya penggal pada kalimat di atas karena saya merasa itu sangat sesuai dengan apa yang saya rasakan dalam perjalanan singkat saya ke Brussels dan Brugge (Brugse in English), Belgia beberapa hari lalu.
 |
Manekinn piss
|
 |
Mini Europe berlatar Atomium |
Berawal dari ajakan seorang senior PhD student di Nijmegen yang akan pulng ke Indonesia karena masa kunjungan untuk program sandwich di Indonesia-Belanda akan habis, saya pun mengiyakan untuk bergabung dalam perjalanan singkat ke Belgia. Singkat cerita, ada 3 rombongan keluarga dan saya seorang yang mahasiswa master yang berangkat. Tadinya kami berencana untuk trip satu hari saja, tanpa menginap, namun setelah saya pikir-pikir tampaknya akan sangat melelahkan untuk trip langsung satu hari di Brussels. Akhirnya ada kontak dengan seorang rekan PhD di Belgia dan belaiu bersedia untuk mencarikan hotel dan memandu rombongan keliling kota Brussels. Saat itulah tiba-tiba saya kepikiran untuk memperpanjang kunjungan di Belgia dengan jalan-jalan di Leuven dan Brugge.
 |
Belgian waffle |
Tanpa pikir panjang saya langsung menyampaikan niat ini pada rombongan dan nanti akan berpisah dihari Minggu, sementara rombongan pulang dan saya akan tetap tinggal sendiri. Di situlah petualangan solo travel saya untuk pertama kali di mulai. Karena saya tidak bisa tinggal lagi di hotel untuk semalam lagi, jadilah saya dicarikan tmpat menginap di sebuah apartemen PhD student di Brussels, mb Alfi namanya. Hanya 3 hari sebelum keberangkatan kami kontak satu dengan yang lain dan beliau dengan senang hati menerima saya. Bersyukur sekali rasanya mendapatkan tempat menginap walau hanya semalam
 |
Peta metro
|
 |
European Parliament in Brussels |
Untuk sampai ke Brussels dibutuhkan waktu 4 jam perjalanan dengan kereta NS Hispeed. Kali ini warnanya bukan warna favorit yang kuning-biru tapi dengan warna dasar hitam dan warna-warni tidak terdefinisi..;p Sampai di Brussels sudah menjelang jam 3 dan akhirnya diputuskan untuk cek-in hotel dulu baru jalan-jalan keliling Brussels. Transportasi paling mudah untuk kota metropolitan tentunya adalah metro (teringat perjalanan saya ke Spanyol menaklukan metro Barcelona..:p *songong). Namun, sayangnya berkeliling dengan metro tidak bisa melihat kondisi kota yang sebenarnya dan diperlukan transfer dari satu jalur ke jalur yang lain dengan kecepatan jalan cukup tinggi, bahkan setengah berlari. Kalau boleh berkomentar, metro bukanlah transportasi yang pas untuk rombongan keluarga, jika ada tram atau bus itu lebih menarik.

Kunjungan pertama adalah Atomium yang merupakan bangunan yang menggambarkan atom-atom yang dihubungkan oleh ikatan. Teringat pelajaran jaman SMA, atom adalah partikel terkecil penyusun unsur (kalau tidak salah, agak lupa). Pokoknya bentuknya sangat kimia lah. Sebenarnya pengunjung bisa menaiki bangunan ini hingga tingkat paling atas karena di dalamnya berisi restoran-restoran dengan harga bersaing alias selangit. Berhubung kami tidak masuk maka pilihan lain adalah memasuki Mini Europe. Ini adalah miniatur bangunan-bangunan terkenal di benua Eropa, seperti Madurodam di Belanda. Isi di dalam Mini Europe ini ternyata cukup menarik ada simulasi-simulasi yang diperagakan jadi benar-benar Eropa dalam bentuk mini. Puas di spot ini kami pun pindah ke pusat kota (centrum). Oh iya, di sini kami juga menikmati cita rasa makanan Meksiko.
 |
Beef enchillada from Mexico
|
Seperti pusat kota metropolitan lainnya, Centrum Brussels tampak padat, penuh dengan turis, dan selalu agak kotor. Jalan-jalan di sini, saya agak merasa kurang nyaman karena terlalu crowded dan banyak migran dengan wajah agak seram, serta bahasa yang mayoritas adalah Prancis. Namun, saya tetap berusaha menikmatinya. Di Centrum inilah terdapat patung bocah yang mendunia, Manekin piss. Patung ini selalu digembor-gemborkan oleh wisatawan ketika mengunjungi ibukota Belgia ini. Bayangan saya patung bocah ini cukup tinggi, namun ternyata tingginya tak kurang 50 cm, sungguh mungil namun begitu mendunia.
 |
Naturwettenschapen museum
|
Karena waktu yang sudah malam dan sebagian besar rombongan sudah capek maka acara di centrum ini pun segera diakhiri setelah makan malam. FYI, akhirnya saya bisa menikmati wafel dengan coklat melting asli dari Belgia. Sensasinya adalah enak banget, lembut, agak crispy, wafelnya tidak terlalu manis, dan tidak bikin eneg. Makan wafel ini ternyata cukup mengenyangkan, ditambah dengan susu panas, lengkaplah dinner saya dan bisa tidur dengan nyenyak tanpa lapar.

Minggu pagi di Brussels, rombongan menikmati sarapan dari hotel. Kami pun berpisah setelah check out hotel sekitar pukul 10 pagi. Saya pun melanjutkan petualangan di Brussels seorang diri. Beberapa tempat yang belum sempat saya kunjungi hari sebelumnya saya coba datangi. Tidak begitu banyak yang tersisa, namun saya nikmati saja. Dan malamnya sayapun menginap di rumah mb Alfi. Tidak disangka, semalam di apartemen beliau membuat saya betah dan bnyak bercerita. Saya pun mendapat banyak pelajaran darinya, pengalaman bekerja di bidang riset di Indonesia pun beliau bagikan dengan senang hati. Ini membuat saya mendapat sedikit banyak gambaran bagaimana nantinya jika akan melanjutkan bekerja pada bidang riset di Indonnesia.
 |
Salah satu sudut Brugge |
 |
Canal tour, Brugge |

Senin pagi itupun saya meninggalkan Brussels, diantar mb Alfi untuk menuju Brugge. Perjalanan ke Brugge membutuhkan waktu sekitar 1 jam dan saya langsung menuju Centrum Brugge. Kali ini saya tidak membawa peta sama sekali, hanya berbekal feeling dan ingatan ketika melihat peta di satsiun ketika akan menuju pusat kota. Centrum Brugge sungguh cantik. Begitu datang saya langsung jatuh cinta seperti halnya dengan apa yang saya rasakan di Barcelona dulu. Bangunannya sangat terkesan Eropa jaman dulu dan masih terawat dengan baik. Tidak heran jika kota ini menjadi dinobatkan sebagai UNESCO World Heritage. Di sini juga terdapat kanal yang membelah kota dan para wisatawan bisa berkeliling menggunakan boat dengan harga 7.6 eu per jam, namun saya urung bergabung. Saya lebih memilih berkeliling kota dengan jalan kaki. Untungnya walaupun tanpa peta saya tidak nyasar dan tetap bisa menikmati Centrum Brugge dengan puas. Sekitar pukul 4 sore saya memutuskan untuk kembali ke stasiun karena kereta saya ke Nijmegen akan berangkat pukul 17.18.
 |
Mini Europe |
Untuk kembali ke stasiun saya menempuh jalan yang berbeda dan ternyata agak jauh, tapi tetap bisa kembali ke stasiun tepat waktu. Kereta saya pun berangkat tepat pukul 17.18, cukup penuh dan saya nantinya harus transfer di Antwerpen dan berganti ke kreta menuju Belanda. Dalam perjalanan dengan kereta ini, saya senang sekali mengenang perjalanan yang telah saya lalui. Dari perjalanan kali ini saya banyak belajar dan saya mulai berani untuk melakukan perjalanan seorang diri.
 |
Brugge |
Namun, saya harus mohon maaf pada Bunda saya, karena saya bilang saya pergi bersama rombongan tapi pada akhirnya saya jalan seorang diri. Maafkan anakmu ini Bunda karena telah pergi sendiri, Q tak mau membuatmu khawatir. Yang pasti Q senang dengan perjalanan kali ini dan karena ijinmu Q bisa menjelajah Eropa. Terima kasih Bunda.
No comments:
Post a Comment