November 26, 2011

starting new challenge

Memulai hari, kesempatan, dan pengalaman baru. Pengalaman yang akan sangat menantang

Perjalanan studi saya di Radboud University pun berlanjut. Tiba saatnya kini saya akan memasuki dunia riset sebagai salah satu tahap mencapai Master of Science (M.Sc). Riset ini lebih dikenal dengan istilah internship dan berbobot lebih dari separuh dari seluruh kredit yang harus saya tempuh. Nantinya saya akan menjalani 2 kali internship dan 2 kali thesis (tanpa defence). 

Internship pertama ini saya lakukan di Tumorimmunology Department (TIL), Nijmegen Center Molecular Life Sciences (NCMLS) dengan topik Efek Imunomudulator Histon deasetilase inhibitor (HDAc inhibitor). Kali ini saya akan melakukan kerja in-vitro dan in-vivo. Namun untuk kerja in-vivo saya tidak boleh bekerja sendiri karena saya tidak memiliki sertifikat untuk bekerja dengan hewan percobaan. Di Uni Eropa dan Belanda khususnya untuk dapat melakukan penelitian dengan hewan percobaan maka harus ada sertifikat yang menyatakan bahwa sang peneliti layak dan terlatih untuk penelitian in-vivo. Proses mendapatkan sertifikat ini sebenarnya tidaklah sulit namun harganya cukup mahal hingga 1500 euro. Karena student, saya tidak perlu mendapatkan sertifikat tersebut, saya akan bekerja di bawah observasi supervisor sehingga supervisor saya yang harus memiliki sertifikat dan bertanggung jawab atas kerja penelitian saya. Awalnya, saya cukup kaget dengan persyaratan ini karena ketika di Indonesia setiap mahasiswa dapat melakukan penelitian in-vivo baik dibawah supervisi maupun karya sendiri, misal PKM.

Inernship saya dimulai pada hari Rabu, 16 November 2011. Saya datang pada pukul 8.45 karena jadwal jam 9 adalah presentasi salah satu PhD bersama dengan departemen-departemen lain dari UMC St. Radboud. Di sini rumah sakit terintegrasi dengan lembaga penelitian dan universitas, sehingga hasil-hasil penelitian dapat langsung diaplikasikan. Presentasi berlangsung sangat cepat tidak lebih dari 45 menit. Setelah presentasi bersama saya pun diperkenalkan supervisor ke seluruh personel TIL. Departemen ini cukup besar karena terdiri atas sekitar 50 orang, sebagian besar adalah PhD candidate, post doc, dan 6 orang profesor. Saya juga diperkenalkan dengan internship student yang lain. Saya juga diajak berkeliling lab yang ada dan ditunjukkan tempat-tempat menyimpan alat maupun bahan untuk penelitian.

Saya pun dibuat terkagum-kagum. Lab disini bagus dan teknologinya canggih. Untuk culture lab ada beberapa single LAF hood yang dapat digunakan oleh semua personel. Kulkas penyimpanan bahan-bahan seperti media dibuat ruang khusus begitu masuk didalamnya akan ditemukan berbagai macam jenis media untuk kultur sel. Ada ruang khusus FACS untuk flowcytometry, alat western blot secara cepat, ruang khusus penyimpanan sel di nitrogen cair yang besarnya seperti drum, kulkas -80 derajat yang besar dan penuh dengan berbagai macam sel, antibodi yang lengkap. Pastinya semua tersedia lengkap di lab ini.

Saya pun memulai petualangan lab saya dengan mengkultur beberapa macam sel neuroblastoma. Protokol yang digunakan pun sedikit berbeda dengan yang pernah saya lakukan sebelumnya. Beberapa perbedaan yang saya temukan disini termasuk dalam persiapan kerja lab diantaranya :
  saat bekerja di LAF hood tidak perlu menggunakan lampu bunsen
  tangan pun tidak memai gloves kecuali untuk bahan karsinogen
  penyemprotan alkohol hanya dilakukan satu kali di awal
  tidak ada sterilisasi dengan UV sebelum LAF dibuka
  ruang yang digunakan tampak biasa tidak ada layout khusus maupun prosedur khusus sebelum masuk.
  pipet ukur yang digunakan sekali pakai dan tidak ada alat yang digunakan berulang kali (sterilisasi ulang)
Perbedaan itu cukup mengagetkan saya, tetapi pada akhirnya saya bisa mulai beradaptasi dengan lingkungan lab yang baru.

Dan minggu depan saya akan memulai petualangan baru dengan teknologi tingkat tinggi FACS... apakah itu?? semoga saya bisa melakukannya dengan baik...:)




No comments:

Post a Comment