August 23, 2011

Packing

Belanda sudah di depan mata. Dalam hitungan hari kaki ini tak kan lagi di Tanah Air Indonesia.
Perjalanan melintasi Samudra Hindia, Asia Barat, dan Asia Selatan akan dimulai.

Itulah rute yang akan saya lalui untuk sampai ke Schipol Airport, Amsterdam, The Netherland. Sebelum berangkat berbagai macam hal sudah saya persiapkan. Hari-hari menjelang keberangkatan yang saya lakukan adalah packing dan menunggu jadinya translate akta kelahiran.

Packing adalah salah satu hal yang kurang saya senangi pada sesi kali ini. Mengapa? karena saya akan pergi dalam waktu yang lama dan saya harus membawa berbagai bawaan, dan rasanya seperti mengemasi semua kenangan-kenangan saya di Indonesia. tapi saya yakin bahwa inilah pilihan saya dan saya akan mendapatkan berbagai pengalaman berharga saat saya keluar dari zona sangat nyaman di Jogja.

Packing juga bukan hal yang mudah karena harus selektif untuk memilih bawaan. Saat saya tiba, musim di Belanda masih summer, tapi saya harus membawa baju.baju winter pemberian saudara-saudara dan saya juga tidak mau gambling meninggalkan baju.baju tersebut karena cuaca Belanda yang memang tidak menentu. Bagasi yang saya dapatkan adalah 30 kg, sedangkan baju.baju tersebut cukup berat, sehingga saya mengurangi muatan untuk baju.baju yang tipis, seperti baju tidur, kaos, maupun kemeja. baju yang wajib dibawa adalah baju batik, karena ini sangat khas apalagi saya berasal dari Jogja. malu donk meninggalkan budaya yang sudah melekat di darah daging saya. Ini baru urusan pakaian. Dan saya membutuhkan 4-5 kali bongkar pasang koper agar pakaian-pakaian masuk dan tidak melebihi bagasi. Untuk pakaian, saya mentargetkan 20kg dari total bagai. Sisa 10 kg adalah peralatan.peralatan yang dibutuhkan, oleh.oleh serta sedikit bahan makanan.

Peralatan yang harus saya bawa adalah rice cooker. Kebetulan rice cooker kecil yang saya bawa ini adalah pemberian dari seorang teman ibu saya. adinya saya tidak berencana membawanya karena di Jogja saya tidak menemukan rice cooker yang cukup kecil untuk bisa masuk ke dalam tas. Namun ada kemudahan yang diberikan sehingga saya teta bisa makan nasi. Saya juga membawa beberapa toples kecil tupperware untuk menyimpan bahan-bahan, botol minum, dan tempat makan. Saya hanya membawa beberapa bumbu Indonesia dan beberapa camilan. sabun serta peralatan mandi, dan kosmetik memang harus saya bawa dari Indonesia, karena kulit saya yang agak berjerawat.

Setelah memasukkan berbagai bawaan saya timbang bagasi dan alhamdulillah tidak berlebih. Syukurlah. Pas Sekali. Bagasi beres dan tinggal berangkat.

Sayangnya, saya tidak mampu membawa brang.barang kesayangan saya, seperti boneka dan beberapa novel yang sangat menginspirasi. Tapi ya sudahlah tak apa. semoga tetap betah tinggal di negeri orang.

Selamat packing...^^ jika ada yang ingin ditanyakan silahkan hubungi saya...:)


4 comments:

  1. lanjut aja dulu deh kakaaaaaakk :)

    ReplyDelete
  2. lanjutin ceritanya..baru nanti tanya2.. hahaha

    ReplyDelete
  3. hai wayan... Alhamdulillah semua baik.baik..^^ masih menyesuaikan dengan lingkungan..semoga cepat adapt.. biar kuliah juga bisa enak..:)

    ReplyDelete