August 3, 2011

Sebuah PERJALANAN BESAR diawali dengan LANGKAH KECIL

Menemukan mimpi bukan sesuatu yang mudah bagi mereka yang belum percaya kekuatan mimpi. Semua pasti pernah merasa ragu untuk memimpikan sesuatu. Dan yang terucap adalah “Mungkin gak ya Q meraih mimpi itu?” , “Caranya gimana ya?” , “Kok rasanya Q tidak mampu meraih mimpi.” , “Kayaknya mimpinya terlalu muluk deh.” tidak hanya itu, masih banyak percakapan-percakapan pertentangan yang muncul jika ada mimpi yang dipegang.

Sesi galau bin gak jelas itupun pernah saya alami, padahal mimpi saya sudah jelas, konkret, dan cukup realistis. Dalam menyusun mimpi untuk sekolah di luar negeri, tak lupa saya juga mengukur kemampuan saya, sehingga mimpi itu benar-benar menginspirasi dan setiap hari berusaha agar semakin dekat dengan mimpi. Terlepas dari itu, doa dan dukungan dari keluarga adalah hal penting yang membuat semangat meraih mimpi terus membara.

Ada baiknya sebelum memulai langkah meraih mimpi, mohon restu kepada orang tua. Komunikasikan apa yang dimau sehingga orang tua juga dapat mendukung sepenuh hati. Bukankah ridha Allah itu berasal dari ridha orang tua???? Maka, mohon doa restu pada orang tua sangatlah penting. Jika restu sudah dikantongi, maka langkah selanjutnya adalah MULAI MELANGKAH…^^

Poin penting dari sekolah di luar negeri adalah BAHASA. Persyaratan ini TIDAK dapat ditawar-tawar! Ingat.ingat….Persyaratan bahasa untuk tiap negara dapat berbeda-beda. Kebetulan Belanda adalah negara yang menggunakan bahasa inggris sebagai pengantar dalam kegiatan akademik. Maka, salah satu syarat diterima di sebuah universitas adalah skor TOEFL atau IELTS.
Ngomong-ngomong tentang TOEFL maupun IELTS, dua momok ini harus dipahami benar-benar karena testnya beragam dan yang berlaku untuk masuk universitas di luar negeri tidak sembarangan. Saya cukup paham dengan TOEFL, sedangkan IELTS saya tidak pernah tahu.
TOEFL merupakan kepanjangan dari Test Of English as Foreign Language. TOEFL terdiri dari beberapa tipe, yang banyak terdengar adalah TOEFL ITP dan TOEFL iBT, bahkan ada pula TOEFL-Like. Dari ketiganya, yang sekarang dapat digunakan untuk masuk ke universitas di seluruh dunia adalah TOEFL-iBT. TOEFL-iBT adalah TOEFL yang testnya dilakukan secara online meliputi reading, listening, writing, dan speaking. Jika belum memiliki skor TOEFL maka segera belajar dan test!!
Ini website yang bisa dikunjungi untuk detail TOEFL-iBT : http://www.ets.org/ jika btuh soal-soal latihan bisa juga hubungi saya *promosi..^^

Selanjutnya adalah menentukan minat (major) dan menemukan universitas yang mampu mengakomodasi minat tersebut. Menemukan minat sebenarnya bukan hal yang sulit, sedangkan menemukan universitas inilah yang membutuhkan kesabaran. Agak sulit bukan berarti tidak ada bukan? Tetap optimis dengan minat dan yakin akan menemukan tempat belajar yang cocok. 
Pengalaman saya : saya merasa beruntung saat menemukan Radboud University yang sesuai dengan minat saya di bidang Imunologi, sehingga saya ambil Medical Biology Master.

4 comments:

  1. Inna, membaca tingkah polahmu persiapan ini itu demi meraih mimpi mengingatkanku pada jungkir baliknya aku juga dulu demi satu mimpi : sekolah ke luar negeri. Namaku Vita, baru satu bulan kembali dari exchange 1th di Jepang. Dan sungguh, mupeng aku membaca kisah2mu. Jika tak berkeberatan, bisa diceritakan ga proses dapet beasiswanya dulu gimana?

    ReplyDelete
  2. Hai Vita..maaf responnya telat, baru pulang mbolang..:)
    waahhh.. keren bisa exchange di Jepang..salutee..
    boleh-boleh.. reach me via YM, Skype, or FB will be better...

    ReplyDelete
  3. Inna..hahaha, #callmenorak tapi aku ga bisa tracking ini komen udah dibales apa belum hingga aku kembali kepo-in blog mu mencari-cari apakah kau sudah balas ato belum. But I've added you on FB..thank a bunch yaaa.. Aku masih coba bikin research proposal dulu ini. Will catch you soon..


    Vita

    ReplyDelete
  4. Hai Vit...masak ndak bisa sih? uda Q bales kq komen yang dulu.
    Oh ya? di FB namanya siapa? kq ndak ada rikues ya? *doh
    whaaaa... kpan mau ke NL?? ditunggu... kip in tach yahh... :)

    ReplyDelete