July 15, 2013

Perjalanan dan pelajaran

Sudah lama rasanya saya tidak menulis dan sepertinya semua ide sudah saya habiskan untuk berkata-kata dalam thesis yang sudah saya lalui sebulan yang lalu. Sebenarnya masih banyak yang belum sempat saya ceritakan, terutama ketika perjalanan saya kemarin ke Italy dan Jerman (lagi) bersama Ara. Trip musim semi (spring trip) kemarin adalah salah satu perjalanan dan petualangan yang cukup berkesan buat saya dan mungkin untuk rekan seperjalanan saya waktu itu. 

Yap, dengan modal persiapan selama kurang dari satu bulan dan pencarian tiket murah, 4 kota di Italy dan 1 kota di Jerman berhasil kami kunjungi. Terbang dari Eindhoven, NL dengan budget air ke Pulau Sicily di Italy dengan tujuan kota Palermo, berpindah ke Roma, Venezia (Venice), Milan, dan terbang lagi ke Berlin, Jerman berhasil kami lalui dalam 10 hari. Sebuah perjalanan panjang dan cukup melelahkan sebenarnya, namun sangat menyenangkan! Saya jadi teringat perjalanan menyusuri kota-kota di Jerman selatan summer 2012 lalu hingga ke Munchen dan Zurich, yang juga cukup panjang namun penuh pengalaman dan cerita. 

Kali ini saya hanya ingin sedikit menceritakan potongan-potongan perjalanan bersama Ara. Berawal dari Palermo yang ada di utara Pulau Secily, Italy, yang sebenarnya saya tidak pernah merencanakan untuk mengunjungi kota ini. Namun, karena Ara yang pernah tinggal satu semester di kota ini meyakinkan kecantikan kota, saya pun ikut juga. Setelah mencari informasi, ternyata kota ini sebenarnya adalah kota yang "serem". Mengapa? karena dulu banyak cerita beredar tentang kepopuleran mafia yang ada disana. Dan benar saja, ketika saya bertemu dengan salah seorang teman Ara yang asli dari Palermo, Marco, dia bercerita tentang Monumen Mafia yang ada di kota Palermo. Kota ini dulu juga menjadi setting salah satu film box office tentang mafia, Godfather. Namun, secara keseluruhan saya senang bisa berkunjung kesini, dan Sicily menjadi salah satu pulau yang saya kunjungi di benua biru ini. Selain itu, beberapa waktu lalu, saya juga tahu bahwa ternyata Marco yang teman Ara dan menjadi guide saya adalah seorang aktor di Palermo dan membintangi sebuah film seri di televisi Italy. Ahaaaa..!punya temen artis Italy!!senangnya....... *walau.rada.lebay. Perjalanan dari Palermo pun kami lanjutkan ke Roma. 

Pastinya sudah tidak asing lah ya dengan Roma? Ibukota Italy yang pasti menjadi tujuan wisata. Sudah lama sekali sebenarnya saya ingin mengunjungi Roma dan Vatikan yang ada ditengahnya. Sebelum saya berangkat S2 pun sebenarnya saya sudah punya ancang-ancang kalau jadi ke Eropa saya ingin mengunjungi Roma, yang saya tahu dari film Angels and Demons. Dan akhirnya cita-cita itu menjadi nyata di tahun kedua. Ternyata banyak tempat yang dikunjungi di Roma, dan 2 hari rasanya kurang. Mulai dari Colloseum, Roman forum, Vatikan, berbagai Piazza terkenal, dan pastinya Fontana de Trevi. Semua tempat itu canti-cantik dan berbeda dari spot-spot yang pernah saya kunjungi. Begitu banyak tempat yang kami kunjungi di Roma hingga kamipun sangat kelelahan. Moment berkesan yang saya alami adalah ketika hari kedua, kami memutuskan untuk berjalan keliling kota karena tiket harian yang agak mahal di Roma. Alhasil, kami memulai perjalanan untuk menemukan Colloseum dan berakhir di Trevi fountain yang ternyata cukup jauh. Kami habiskan hampir 2 jam di Trevi untuk makan siang dan menikmati rekor kami berjalan hari itu. Jauh-jauh jalan, sayang dong kalau hanya mampir sebentar. Tak tanggung-tanggung, sayapun melempar koin 3 kali di sini. Konon katanya, melempar koin itu wajib dengan harapan bisa kembali lagi ke sana. Ya, semoga saja suatu saat saya bisa kembali lagi ke Italy dan tentunya ke benua biru ini. Bukankah banyak jalan ke Roma?? 

Dari Roma, kami pun menggunakan kereta malam menuju Venezia (Venice). Di kereta ternyata kami bertemu dengan seorang traveler dari Afrika (lupa negaranya) yang ternyata seorang muslim. Senangnya bertemu dengan traveler sesama muslim. Dia adalah seorang arsitek yang ingin melihat-lihat arsitektur di Venice, sayang kami tidak bertukar kontak sehingga tidak ada komunikasi lagi. Venice juga tentunya tidak asing lagi. Kota ini begitu terkenal dengan kanal dan gondolanya. Saya ingat bahwa saya punya foto gondola Venice yang saya dapat dari NatGeo dan selalu menginspirasi, akhirnya saya pun bisa melihat gondola dengan mata kepala saya sendiri dan mengabadikan dengan kamera saya juga, meskipun saya tidak berkeliling dengan gondola karena harganya yang sangat mahal, tapi cukup senang dengan melihatnya langsung. Hal paling berkesan selama di Venice adalah ketika kami bertemu dengan traveler dari Jepang dan seorang koreografer dari Afrika Selatan, dan sampai sekarang kami masih kontak. Menemukan teman baik saat perjalanan itu sungguh menyenangkan. Banyak cerita dan bertukar pengalaman yang kami dapatkan.

Masih ada 2 kota lagi setelah Venice yang kami kunjungi, Milan dan Berlin. Keduanya juga berkesan bagi saya. Milan adalah pusat mode dan Berlin adalah ibukota Jerman. Tentunya kedua kota ini sangat berbeda karena Milan berada di Eropa selatan dan Berlin dekat dengan Belanda di Eropa barat. Kami mengunjungi icon-icon terkenal kedua kota ini. Bagi saya, entah mengapa setiap kota di Jerman menawarkan suasana-suasana yang berbeda. Berlin adalah salah satu kota metropolitan, tapi dibandingkan dengan Paris, saya lebih suka Berlin. Dan kenangan yang saya buat di Berlin adalah Brandenburg Gate. Foto icon ini juga saya dapatkan dari NatGeo dan terpampang di dinding kamar saya di Jogja sejak jaman kuliah S1. Akhirnya mimpi ini pun terwujud juga, mengunjungi lokasi yang sebenarnya. Semua yang tadinya cuma foto yang saya simpan sekarang saya telah merasakan sendiri dengan melihatnya secara nyata. Ditambah dengan berbagai pengalaman yang saya dapatkan selama perjalanan.

Yap, spring trip kemarin sebenarnya adalah salah satu bentuk "melarikan diri" dari thesis dan internship report yang sedang saya kerjakan. Demi mendapatkan udara dan semangat baru menghadapi thesis saya pun rela menghabiskan waktu saya untuk traveling. At least sekarang thesis beres dan banyak pengalaman serta lebih mengenal teman seperjalanan saya, yang sekarang sudah pulang ke Indonesia. Perjalanan akan memberikan warna-warna baru dan akan selalu ada pelajaran yang bisa saya ambil

Tulisan ditengah summer internship dan sekedar ingin berbagi... :)   

3 comments:

  1. Akhirnyaaa :) ada cerita versi lengkapnya. Tinggal nunggu edisi Praha, Cordoba-Granada dan Turki nih *dudukmanis-jogetheboh* hihihihi

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahahahahaa.. uda ngarep aja jij!! ceritain ndak yaaahhh??? :P
      ini bukan versi lengkap jugak..masih bisa dibikin cerita-cerita lagi..:D

      Delete