Setelah delapan bulan tinggal di Belanda, kali ini saya ingin mencoba untuk melangkahkan kaki ini di negara tetangga, meski tidak bersebelahan secara langsung namun masih di kawasan Eropa daratan. Januari lalu saya habiskan malam pergantian tahun di Paris, sebuah mimpi yang menjadi nyata dengan cukup mudahnya dan sekarang saya mulai "karir mbolang"saya di tanah Spanyol, Eropa Selatan.
Di salah satu resolusi saya pada tahun 2012, saya tuliskan "Spain Trip" dan cita-cita itupun terwujud 4 bulan setelah saya tuliskan. Perjalanan ini saya habiskan bersama seorang teman satu beasiswa, dan kami hanya berdua. Selama 4 hari 4 malam kami selusuri kota megah Spanyol, Barcelona dan Madrid. Dan diantara kedua kota itu kami habiskan beberapa jam di Zaragoza.


Cuaca Belanda beberapa minggu sebelum berangkat memang sangat mengkhawatirkan, cenderung hujan dan mendung, hampir tak ada matahari. Sayapun agak panik dengan selalu update cuaca Barcelona setiap hari. Yak, Barcelona menjadi kota pertama yang akan kami kunjungi. Entah mengapa saya merasa kecantol dengan kota ini. Mungkin 2 foto disamping yang saya ambil dari National Geographic beberapa tahun lalu menjadi alasan besar, selain itu saya teringat salah satu sekuel Meteor Garden 2. Agak lebay tampaknya, tapi biarlah, yang penting saya bisa sampai Spanyol.
Persiapan yang kami lakukan untuk itenerary, sebangsa pesawat, hostel, dll hanya kurng lebih 1 bulan. Rute perjalanan pun baru saya susun 2 minggu sebelum keberangkatan. Terkadang saya suka yang spontan, tapi at least saya sudah tau tempat-tempat penting apa yang perlu dikunjungi.
 |
let's fly to Spain |
 |
Barcelona's Metro |
Pesawat take off pukul 4.15 sore waktu Belanda dan mendarat di bandara Girona sekitar pukul 5 sore. Ternyata bandara ini terletak agak diluar Barcelona, tepatnya 2 jam perjalanan dengan bus. Setiba di terminal Barcelona Nord, ternyata seperti di antah berantah. Tidak tahu arah dan agak sedikit bingung. Kamipun tak tahu di mana hostel kami. Petunjuknya hanyalah naik metro ke arah Plaza Catalunya, sementara stasiun metro terdekat pun kami tak tahu. Sedikit berputar disekitar terminal ketemu juga warna merah bertuliskan "METRO". Alat transportasi ini pula yang nantinya akan menjadi teman setia perjalanan.
 |
Sudut La Rambla dipagi hari |
Plaza Catalunya, tempat yang cantik, begitu keluar dari stasiun metro saya langsung merasakan udara Barcelona yang sesungguhnya. Melihat sekeliling saya langsung jatuh hati dan tidak salah telah mengunjungi kota ini. Kecantikan Barcelona di malam hari pun terpancar. Kamipun menemukan hostel yang ternyata dekat dengan La Rambla, Malioboronya Barcelona lah.
 |
Camp Nou Stadion |
 |
suatu sore di dermaga Barcelona |
Senin pagi kamipun segera memulai petualangan di Barcelona, berkeliling kota dan mengunjungi beberapa tempat-tempat terkenal seperti La Sagrada Familia, sebuah gereja terkenal yang sudah 200an tahun belum juga selesai dibangun karena detail bangunan yang dirancang oleh Antonio Gaudi yang begitu rumit. Stadion Camp Nou, markas club terkenal FC Botiga, Parc de Montjuic, dan berjalan-jalan menikmati La Rambla beserta kecantikan dermaganya. Pokoknya Barcelona sangat menyenangkan, romantis, dan penuh makna, jadi berasa kayak lagunya Faris RM, Barcelona.
 |
Barcelona from abova |
Dan di kota ini pula, teman jalan saya kehilangan dokumen pentingnya, verblijf. Kepanikan pun dimulai karena tanpa dokumen ini bisa-bisa dia tidak bisa masuk lagi ke Belanda. Kamipun segera ke kantor polisi dan menceritakan apa yang terjadi serta meminta surat kehilangan, agar ada bukti yang bisa kami bawa untuk urusan imigrasi. Verblijf ini kemungkinan besar jatuh saat pemeriksaan imigrasi atau ketika di pesawat, karena seingat teman saya dia sudah menyimpannya kembali saat selesai check in.
 |
Parc de Montjuic |
Kejadian inipun sempat membuat suasana liburan kami sedikit terganggu, kami harus pergi ke konsulat Belanda di Barcelona juga untuk melapor dan menanyakan bagimana agar dapat kembali ke Belanda. Mereka pun menyarankan untuk membuat visa sementara di Kedubes Belanda di Madrid. Untungnya hari Rabu nanti kami akan tiba di Madrid, namun dari informasi lain yang kami peroleh, dihari itu pengurusan visa tutup sehingga kami harus pergi ke Kedubes Luxemburg karena ada hubungan kerja sama dengan Kedubes Belanda. Selama menunggu hari Rabu kami pun sebisa mungkin menikmati setiap perjalanan, meski perasaan tak nyaman tetap selalu bersama kami.
 |
La Sagrada Familia, Gaudi's masterpiece |
 |
Tepi sungai Ebro, Zaragoza |
 |
Basilica del Pillar |
Sepuasnya kami di Barcelona (meski sebenarnya belum puas) kami pun ke Madrid dengan naik bus karena harga kereta yang cukup mahal. Namun kami singgah dulu di sebuah kota kecil antara Madrid dan Barcelona yaitu Zaragoza. Kami pun menemukan sebuah hostel yang cukup nyaman dan cukup murah. Ternyata orang-orang disini jarang yang bisa bahasa Inggris, sampai pemilik hostel kamipun tidak bisa dan terpaksanya kami berkomunikasi dengan bahasa tarzan dan bahasa tubuh. Sungguh pengalaman yang menantang! Ketika ingin mengunjungi tempat menarik di kota ini pun kami harus bertanya pada beberapa orang dengan bahasa seadanya. Zaragoza juga cantik karena dilalui sebuah sungai lebar yang begitu mempesona saat matahari terbenam dan disebalah sungai itu ada Basilica del Pilar yang begitu megahnya. Kamipun menghabiskan malam di Zaragosa dengan cukup lelah karena perjalanan yang cukup panjang dari Barcelona dan keesokan paginya kami harus pergi ke Madrid dengan bus paling awal pukul 6 pagi.
 |
Madrid's metro |
 |
Santiago Bernabeu stadion |
Setiba di Madrid pukul 9 pagi kami segera mencari Kedubes Luxemburg. Dari petunjuk yang kami peroleh, kami harus naik metro dari terminal bus dan berjalan beberapa saat. Ternyata tidak mudah menemukan lokasi kedubes ini, untungnya pagi itu ada seorang bapak-bapak setengah baya menyapa kami dengan bahasa Inggris ketika menyebrang. Betapa senangnya ada yang menyapa dalam bahasa Inggris dan memulai sedikit obrolan. Tanpa ragu kamipun segera menanyakan lokasi Kedubes Luxemburg dan menunjukkan alamatnya, serta merta beliau menunjukkan dan mengantarkan kami sampai di halaman Kedubes Luxemburg. Bersyukur sekali bisa menemukan kedubes dan mengurus semua visa serta disambut hangat oleh staff kedubes. Berhubung kami tak punya modal peta kota Madrid kamipun meminta peta kota ini. Tanpa peta ini kami tak bisa jalan-jalan dan mengeksplorasi kota Madrid, kami juga membutuhkannya untuk mengetahui jalur metro kota besar ini, maklum Madrid adalah ibukota yang cukup metropolitan dari negara Spanyol.
 |
Plaza Mayor, Madrid |
 |
Puerta de Alcala, Madrid |
 |
Madrid Royal Palace |
Perjalanan kamipun berakhir di kota Madrid dan saatnya kembali ke rumah kedua kami, Belanda. Walau hanya sesaat di Spanyol tapi perjalanan ini memberikan kesan yang cukup dalam bagi saya dan teman jalan saya Avissa. Semoga akan ada perjalanan lagi di lain kesempatan. Happy mbolaang..!! ^^
 |
Puerta de Sol at night |
waaaa Mbak Inna.... saya berkali-kali bermimpi lewat tidur pagi saya bahwa saya sedang di Spanyol. dan foto-foto mbak Inna ini, sangat menginspirasi saya untuk bisa ke sana beneran, Spanyol... Catalunya, Camp Nou, Pyrenees, dll.
ReplyDeleteDukung saya ya mbak, saya ingin secepatnya ke Eropa juga. *strong wish!*
hehehhe....berawal dari mimpi dan diwujudkan dalam kenyataan..^^ semangaaatttt!!
Deletesemua pastiii bissaaaaa.....:D
pengalaman yang sangat menarik kak, cek juga paket muslim tour spanyol di website travel umroh terbaik di Jakarta. Terimakasih
ReplyDelete