May 5, 2012

es krim, sepeda, dan Belanda

Suatu sore dengan segala kepenatan yang menghimpit, saya biarkan kaki saya mengayuh si sepeda biru. Sore ini saya hanya ingin melepaskan semua rasa yang beberapa hari ini sangat mengganggu ruang hati saya. Ternyata kayuhan kaki ini membawa saya ke Centrum kota Nijmegen. 

Ya, sudah hampir satu tahun ternyata saya tinggal di Belanda. Jauh dari keluarga, sahabat, dan orang-orang yang saya sayangi yang menjadi sumber kekuatan saya. Dan sore ini saya merasa saya ingin mengulang satu sesi yang begitu saya sukai ketika saya masih di Jogja, ketika hari-hari kuliah, praktikum, dan organisasi menjadi sesi-sesi penting dalam hidup saya. 
Lantai dua McD Sudirman dan secup McFlurry coklat selalu menemani saya dalam sebuah kesendirian yang begitu nyaman. Suatu sesi dimana saya bebas untuk mengekspresikan pikiran dan suasana hati saya, menengok dan mengintrospeksi, serta berkontemplasi atas semua yang sudah saya alami. Sesi ini akan selalu saya lakukan setelah melewati hari yang panjang dan melelahkan di kampus maupun Kopma. 

Sayapun menghentikan sepeda saya tepat di depan sebuah toko es krim. Saya tahu ini toko es krim baru karena yang saya tahu beberapa waktu lalu di sini ada toko es krim enak juga bernama Australia. Tanpa ragu saya lihat etalase yang menyajikan berbagai rasa dan rupa es krim. Favorit saya selalu menuju yang ada coklatnya dan manis, pilihan pun saya jatuhkan pada vanilla dan tiramisu dalam cone. Bangku di sebelah toko es krim ini pun menjadi satu-satunya pilihan saya untuk menikmati cone yang ada digenggaman saya dan berkontemplasi dengan diri saya. Ada kedamaian yang saya temukan, ada nostalgia dengan masa yang pernah saya lalui dan ada sebuah harapan yang ingin saya tanamkan dalam diri saya. Ketika kenikmatan es krim ini berlalu sayapun kembali mengayuh sepeda saya dengan lagu Sidepony di iPod saya.

2 comments: