March 22, 2012

Ketika eksistensi diri dipertanyakan

Siapa kamu?? 
Apa peranmu??
Apa yang telah kamu lakukan untuk bangsa ini?? 

Beberapa pertanyaan mudah yang begitu sulitnya untuk dijawab. 
Jujur saja saya bukan termasuk orang yang nasionalis, tetapi ketika pertnyaan itu berkelebat di kepala saya, maka mau tak mau saya pun berpikir. Mungkin saya baru beberapa waktu tinggal di luar negeri, namun sejak sebelum kepindahan saya, saya pun bertanya pada diri sendiri, akankah saya akan kembali ke Indonesia ketika karir yang saya dapat di negeri orang akan lebih menjanjikan jika saya tetap tinggal, apalagi saya belum terikat dengan institusi manapun di Indonesia. Memang terkesan egois, lebih dari egois mungkin. Jika memikirkan eksistensi yang sudah dibangun hingga detik ini tampaknya saya akan memilih untuk meniti karir di negeri orang, tapi sebuah buku tentang nasionalisme karangan Prof. Habibie setidaknya membuka hati kecil saya, bahwa saya PASTI kembali, meski kapan saya pun tak tahu. 

Dan di minggu pagi yang cerah ini, minggu-minggu menjelang musim semi. Saya sedikit dikejutkan dengan pesan yang masuk di hp saya. Beliau adalah seorang senior saya di Kopma UGM. Saya cukup dekat dengannya sejak pertama kali masuk Kopma. Beliau banyak mengjak saya berdiskusi, berfikir, dan membahas tema-tema yang cukup berat terkait dengan kesejahteraan banyak orang, dan mungkin beliau juga yang memperkenalkan saya pada kekuatan mimpi. Dalam awalan pesannya beliau menuliskan "Pesan mas, Inna harus buat jejaring dan ngegrup, karena hal itu sangat penting, apalagi untuk sesama lulusan belanda." Sebelum beliau berpesan seperti ini pun, saya pribadi sudah memikirkan bagaimana saya bisa membangun jejaring dengan pelajar-pelajar Indonesia yang sedang menempuh pendidikan di luar negeri. 
Beliau pun  melanjutkan pesannya untuk saya. Kemarin beliau sedikit berincang dengan sesama alumni UGM, dan mengatakan bahwa alumni UGM itu lemah sekali untuk bersatu, banyak yang berjalan sendiri-sendiri walaupun latar belakang organisasinya yang mantab. Para alumni sibuk dengan dengan pekerjaan dan urusan masing-masing, kalah peran dengan alumni-alumni dari universitas lain. Peran-peran besar yang ada pada bangsa ini masih dipegang oleh rekan-rekan dari Bandung dan Jakarta.
Sekarang pertanyaannya, dimanakah alumni UGM yang bisa bersatu padu untuk membangun bangsa ini menjadi lebih baik??? Masih adakah kepedulian dalam diri kita untuk berbakti pada almamater dan bermanfaat bagi nusa dan bangsa??

Mungkin tulisan ini hanyalah salah satu bentuk kerinduan saya pada sebuah organisasi. Saya dibesarkan di bawah Koperasi Kopma UGM. Organisasi yang membuat saya lebih peduli pada kepentingan orang banyak dan di negeri nun jauh ini saya masih belum menemukan organisasi yang sejalan dengan passion saya. Saya rindu berkumpul dengan orang-orang dengan mimpi-mimpi besar yang selalu bersemangat untuk membangun cita-cita bersama untuk kepentingan sesama.

Teguhkan mimpimu dan raihlah cita-citamu...^^ 

No comments:

Post a Comment