Sesi jalan-jalan dimulai....!!
Sebagai mahasiswa asing di EROPA jalan-jalan atau trip itu adalah kewajiban!! itu moto saya..tapi sebaiknya jangan ditiru karena kurang baik sebenarnya. Berhubung saya adalah orang yang suka traveling alias jalan-jalan dan melihat tempat-tempat baru maka bagaimanapun sibuknya pasti ada sesi jalan-jalan (JJ) yang harus saya lakkukan. Ada seorang senior saya yang pernah bilang mahasiswa disini (eropa) itu "full time traveler, part time student" mungkin slogan itu tepat skali buat saya...:)
![]() |
me in Louvre |
Belum banyak tempat-tempat yang saya kunjungi apalagi luar Belanda. Di Belanda saya baru menggunjungi Delft, Kinderdijk, The Hague, Arnhem, Den Bosch, Eindhoven, Maastricht, Enschede, dan Volendam. Masih banyak kota-kota cantik yang harus dikunjungi. Sedangkan perjalanan keluar Belanda yang saya lakukan adalah ke kota Paris, Prancis saat tahun baru lalu.
![]() |
Liburan ala Huygens student |
Bercerita tentang perjalanan saya ke Paris beberapa waktu lalu, perjalanan impian saya untuk melihat langsung kemegahan menara Eiffel, yang katanya "kalau belum liat Eiffel berarti belum ke Eropa", apakah begitu?? saya pun membuktikannya sendiri...
Rencana untuk ke Paris sudah ada dibenak saya sejak keberangkatan saya ke Belanda. Rencana ini pun mulai mendapat jalan terang di pertengahan Oktober, saat seorang PhD student di RUN memberikan informasi ada tiket murah ke Paris termasuk Disneyland di malam tahun baru nanti. Tanpa pikir panjang saya setuju dan mengajak seorang rekan dari Enschede. Kapan lagi bisa menikmati malam tahun baru di Paris dan berkunjung ke Disneyland pula. Segera saya booking tiket menarik ini dan melakukan pelunasan di biro perjalanan yang mengadakan acara.
Petualangan pun dimulai pada 30 Desember 2011 (mungkin lebih tepatnya bukan petualangan..:P). Bus berangkat pukul 9 lebih dari Nijmegen dukenburg. Sepanjang perjalanan, dalam benak saya adalah keindahan kota Paris yang berpadu dengan kemegahan sang menara yang cantik di malam hari. Saya tidak mempersiapkan tempat-tempat yang ingin saya kunjungi karena bentuk perjalanan kali ini adalah tour. Jadi dalam bayaangan saya rombongan pasti akan mengunjungi tempat-tempat terkenal yang sering digembor-gemborkan di Paris.
Perjalanan ditempuh selama kurang lebih 8 jam, itupun karena bus berhenti 2 kali dan cukup lama. Untuk ke Paris sebenarnya jalanan lancar karena melewati jalan tol via Belgia. Sampai di Paris sudah pukul 5 sore dan ternyata rombongan diberikan pilihan untuk mengikuti tour tersendiri dengan harga diluar paket yang ditawarkan. Saya agak kaget bersama itu juga dengan teman-teman Indonesia yang lain. Tour ang ditawarkan meliputi keliling tempat-tempat terkenal di paris dan makan malam seharga 24 eu. Mahal sekali pikir saya, namun saya ikut juga karena Paris sedang hujan dan orang baru di Paris. Tour pertama adalah mengunjungi Mountmartre atau yang lebih dikenal dengan Basilique du Sacre-Coeur. Tempat ini adalah sebuah gereja megah yang yang terletak di atas bukit. Dari bukit ini kita bisa melihat kota Paris dari atas. Menjelang senja adalah saat yang tepat apalagi ketika lampu-lampu mulai dinyalakan. Saya pun turut memasuki gereja ini bersama teman saya Avissa. Sayang di dalam gereja kami tidak boleh mengambil gambar.
Sedikit berkomentar saat pertama kali memasuki kota ini adalah : SANGAT METROPOLITAN...benar-benar sangat mirip dengan pertama kali saya memasuki Jakarta. Banyak gedung-gedung menjulang, macet, kurang teratur dan cukup kumuh menurut saya, mungkin kebiasaan berada di Belanda, dan langsung membuat bersin-bersin..:P
Selesai kunjungan di Mountmartre kamipun dibawa keliling kota ke tempat-tempat bagus itu (Eiffel, Arc de Triomphe, Notre Dame, Louvre, dan naik ke puncak tertinggi Paris di Montparnasse). Sayangnya Paris masih diguyur hujan sehingga tidak bisa JJ. Beberapa sensasi yang saya rasakan ketika benar-benar melihat tempat-tempat tersebut with MY EYES..
![]() |
Mountparnasse.. |
Perjalanan ditempuh selama kurang lebih 8 jam, itupun karena bus berhenti 2 kali dan cukup lama. Untuk ke Paris sebenarnya jalanan lancar karena melewati jalan tol via Belgia. Sampai di Paris sudah pukul 5 sore dan ternyata rombongan diberikan pilihan untuk mengikuti tour tersendiri dengan harga diluar paket yang ditawarkan. Saya agak kaget bersama itu juga dengan teman-teman Indonesia yang lain. Tour ang ditawarkan meliputi keliling tempat-tempat terkenal di paris dan makan malam seharga 24 eu. Mahal sekali pikir saya, namun saya ikut juga karena Paris sedang hujan dan orang baru di Paris. Tour pertama adalah mengunjungi Mountmartre atau yang lebih dikenal dengan Basilique du Sacre-Coeur. Tempat ini adalah sebuah gereja megah yang yang terletak di atas bukit. Dari bukit ini kita bisa melihat kota Paris dari atas. Menjelang senja adalah saat yang tepat apalagi ketika lampu-lampu mulai dinyalakan. Saya pun turut memasuki gereja ini bersama teman saya Avissa. Sayang di dalam gereja kami tidak boleh mengambil gambar.
Sedikit berkomentar saat pertama kali memasuki kota ini adalah : SANGAT METROPOLITAN...benar-benar sangat mirip dengan pertama kali saya memasuki Jakarta. Banyak gedung-gedung menjulang, macet, kurang teratur dan cukup kumuh menurut saya, mungkin kebiasaan berada di Belanda, dan langsung membuat bersin-bersin..:P
Selesai kunjungan di Mountmartre kamipun dibawa keliling kota ke tempat-tempat bagus itu (Eiffel, Arc de Triomphe, Notre Dame, Louvre, dan naik ke puncak tertinggi Paris di Montparnasse). Sayangnya Paris masih diguyur hujan sehingga tidak bisa JJ. Beberapa sensasi yang saya rasakan ketika benar-benar melihat tempat-tempat tersebut with MY EYES..
- Montparnasse : sayangnya kabut turun dan tidak bisa melihat apapun dari puncak, kota Paris bersama dengan segala kecantikannya.
- Arc de Triomphe : bagus, megah.. alhamdulillah saya punya fotonya langsung dari kamera saya. Dulu kan saya cuma bisa nyari-nyari di NGI.
- Notredame : whaa... ini gereja yang ada dikartun itu...
- Louvre : sangat megah dengan piramid sebagai pintu masuknya. Dulu saya cuma bisa memandangi fotonya dari teman-teman yang sudah lebih dulu berkunjung, namun sekarang saya punya moment asli di Louvre. Meski tidak menyaksikan langsung sang Monalisa, saya cukup bangga pernah menginjakkan kaki di Louvre.
Puncak impian...^^ Mountmarte
Sabtu, 31 Januari, hari terakhir di tahun 2011. Saya pun menutup lembaran tahun 2011 dengan bangga, meski tak memungkiri ini tahun yang cukup berat untuk saya pribadi dan mungkin keluarga. Jatuh bangun di pertengahan tahun pada akhirnya mampu membuat saya berdiri tegar dan menjalani kehidupan saya yang baru. Detik demi detik pertolongan yang telah diberikan-Nya kepada saya mampu mengubah semua ketakutan yang sempat saya alami untuk membuka hari-hari di Eropa. Yap, introspeksi saya pun terjadi di dalam bus yang membawa rombongan menuju Disneyland. Berkontemplasi itu terkadang sangat diperlukan, apalagi untuk menyusun rencana apa yang akan ditempuh selanjutnya.
Disneyland pun sudah di depan mata saya. Tak menyangka saya bisa ke Disneyland, mengingat tampaknya cukup impossible. beberapa bulan lalu saya sempat sedikit browsing tentang Disneyland di Eropa, dan yang ada memang hanya di Paris. Itupun agak di luar kota. Sempat akan membatalkan cita-cita untuk berkunjung ke Disneyland, namun terkadang kesempatan datang tak diduga.
Disneyland ternyata mirip dengan Dufan di Jakarta. Berisi berbagai wahana dan atraksi yang sangat menarik. Sayangnya, hujan masih mengguyur meskipun tidak sederas biasanya, namun tetap bisa membuat kucel. Disneyland pun membawa saya dan teman-teman memasuki dunia penuh tantangan dan adrenalin rush. Menyenangkan sekali. Sensasi yang lebih wah jika dibandingkan pengalaman saya waktu mencoba Tornado di Dufan 2010 lalu.
Malam tahun baru 2012 saya putuskan untuk menyantroni Malioboro-nya Paris. Sayangnya tak ada pesta kembang api di sini. Saya dan Chely keluar dari hotel dan berangkat ke pusat Champs-Elysees. metro masih agak lenggang. Sampai di sana ternyata sudah penuh orang. Begitu keluar dari stasiun metro bawah tanah, langsung disambut kemegahan Arc de Triomphe. Entah mengapa saya merasa dengan tempat ini. Ada perasaan yang terbersit dengan situs yang satu ini lebih dari feeling saya pada Eiffel. Kami pun menyusuri jalanan ini dengan suka cita. Suhu malam tahun baru sangat mendukung, tidak terlalu dingin dan cocok untuk berjalan-jalan di malam hari. Tepat saat pergantian tahun orang-orang mengeluarkan champagne yang mereka bawa da melakukan tost bersama. Setelah pergantian tahun, saya segera meluncur kembali ke hotel sebelum metro penuh. Takutnya kalau menunggu orang-orang bubar bisa sampai jam 2 pagi nanti kami menunggu metro. Berhubung Paris adalah kota metropolitan yang sangat ramai, keamanan kami sebagai turis harus benar-benar diperhatikan, daripada beresiko kamipun segera beranjak. Malam tahun baru yang cukup berkesan untuk saya sendiri. Teringat malam tahun baru 2011 saya pernah mengucapkan pada diri saya sendiri "Semoga tahun depan saya malam tahun baruan di Eiffel yah" dan cita-cita sesaat itupun dikabulkan meski tidak tepat di Eiffel at least saya telah mencapai Paris yang sudah saya bayang-bayangkan dalam setiap detik dalam mimpi-mimpi saya. Ini malam tahun baru terjauh yang pernah saya tempuh.
![]() |
Champs Elysses |
![]() |
Arc de Triomphe... |
hai mba inna...blog walker ni ;-)
ReplyDeletesenang sekali deh ada teman selamamater fa ugm yg berkesempatan study di eropa
bagi saya, study di eropa tak berani lagi di impikan
tapi menjelajah eropa, semoga suatu saat kelak terwujud ;-P
beberapa waktu lalu saya baca buku 99 cahaya di langit eropa karya hanum rais (udah baca belum mba?) yg membuat impian saya utk menginjakkan kaki ke tanah euro makin membuncah
karena ternyata di paris itu nggak cuma eiffel ada banyak warisan islam disana
kalau mba belum baca buku ini, sangat saya rekomendasikan deh. pasti nanti tambah semangat tour de europe nya
salaam,
nani yusuf
hai mb nani..:)
Deleteoh ya??? mb angkatan berapa? ada lagi kq yang mau studi di eropa..:)
wah... keren sharing dan feedbacknya mb..terima kasih..:)
saya malah belum baca..baru saja keluar kah? sudah ada PDF-nya belum ya?
Kemaren sempet rada kecewa juga karena jalan dengan tour ndak arrange sendiri.. mungkin next time kalo ada rezeki boleh lah menjelajah paris dan sekitarnya..insyaAllah bulan depan saya mau ke Spanyol, tiket PP sudah dapat tinggal nyusun perjalanan dan cari penginapan...:)
salaam..