October 5, 2016

Tempat yang tepat

Hai..hai...jumpa lagi..jumpa inul kembali...... (nyanyi gaya Maissy..:P) he...he..he.... 

Well, hari ini adalah euphoria pemenang nobel bidang Kimia oleh Prof. Ben Feringa atas penemuannya di bidang Molecular Motor (berita selengkapnya : http://www.rug.nl/news/2016/10/nobelprijs-scheikunde-voor-ben-feringa). Sebagai PhD student di bawah naungan University of Groningen tentu saya merasa sangat bangga dengan capaian beliau, meskipun saya belum pernah bertemu atau berkenalan dengan beliau. Dengan ini semoga ranking universitas juga akan menanjak. Aamiinn... 

Saya pun baru teringat, dua kali sekolah di Belanda dengan universitas berbeda, namun keduanya memiliki pemenang Nobel. Wooww!! Tidak pernah menyangka jika saya akan dipilihkan tempat belajar yang sangat tepat dengan iklim akademis yang mendukung. Di tahun 2010, setahun sebelum saya memulai program S2 di Radboud University, dua orang profesor di sana memenangkan Nobel Fisika. Dan sekarang, saat saya menjalani program S3 di University of Groningen, prof. Feringa memenangkan Nobel Kimia. Dua almamater yang sungguh membanggakan! Semoga almamater UGM juga mampu berkiprah di kancah internasional kedepannya dan memenangkan penghargaan bergensi. 

Kembali ke tahun 2013, saat saya lulus dari Rabdoud University, tidak pernah terbayangkan sebelumnya saya akan melanjutkan hidup saya di "Desa Groningen". Sejak tinggal di Nijmegen, saya hanya 2-3 mengunjungi Groningen, itupun disebabkan urusan penting yang memaksa saya untuk ke sini. Saya pun tidak pernah punya keinginan untuk mencari pembimbing S3 dari Groningen. Waktu itu yang ada di pikiran saya, Groningen itu dingin (lebih dingin dari Nijmegen), letaknya jauh di ujung utara dengan angin yang cukup kencang. Stigma ini pun membuat saya jengah untuk mempelajari lebih jauh tentang "desa" ini apalagi tinggal lebih lama untuk sekolah S3. Well, sepertinya pepatah "Karma does exist" benar adanya. Di 2014, saat saya masih sibuk mencari pembimbing S3, saya menemukan lowongan S3 dengan topik yang menarik di bidang Molecular Biology terutama Epigenetics. Dan, di sini laha saya "terdampar". PhD student tahun pertama dengan eksperimen yang bermacam-macam namun belum menghasilkan data yang publishable. Agak minder dan khawatir juga sebenarnya, apakah nantinya saya bisa menyelesaikan sekolah tepat waktu? 
Yap, semoga dengan semangat pemenang Nobel dari almamater sendiri ini, akan mampu memberikan suntikan motivasi untuk terus berkarya dan pantang menyerah untuk belajar dan menambah pengetahuan tentang alam semesta ini. 

Chayoooo!! 

No comments:

Post a Comment