October 28, 2012

Relativitas

Siapakah yang tak kenal dengan teori relativitas dan penemunya. Sebuah teori yang tampak sederhana namun bisa membawa nama seorang Einstein memperoleh nobel di bidang Fisika. Terlalu jauh mungkin dengan apa yang ingin saya tuliskan tentang relativitas di sini dengan apa yang dijabarkan dalam rumus E = mc2 (kuadrat), namun itu bukan hal besar yang perlu dipertentangkan karena pada akhirnya semua akan kembali pada sudut pandang yang bersifat relatif. Pengaruh kuliah filosofi yang saya ikuti selama 9 minggu, telah sedikit banyak membuat saya berpikir lebih dalam dan menggunakan sudut pandang lain ketika melihat dan memahami sesuatu (agak lebay nih..:p). tapi itulah apa adanya yang saya rasakan. 
Relativitas terbesar yang saya rasakan sekarang adalah soal WAKTU. Setelah saya sadari sekarang, ternyata sudah satu tahun lebih saya tinggal di Belanda dan meninggalkan orang tua saya di Indonesia. Bagi saya yang di sini, rasa-rasanya kok cepat juga ya, tau-tau sudah separuh jalan. Tetapi ketika saya tengok dari sudut pandang orang tua, waktu yang mereka jalani untuk menanti saya pulang itu cukup lama. Sudah beberapa bulan ini status BBM ibu saya tidak berganti dan bertuliskan "bersama buah hatiku yang slalu kunantikan dan kurindukan". Mungkin saya belum cukup mengerti penantian panjang seorang ibu pada putri tunggalnya sehingga saya sendiri tidak terlalu banyak berkomentar. Saya cukup yakin bahwa saya akan pulang dan bertemu dengan orang tua saya lagi. Saya relatif tenang-tenang saja dan sangat menikmati apa yang saya jalani di sini. Waktu sepertinya menjadi salah satu hal yang sangat bersifat relatif antar satu individu dengan individu yang lain dan pasti ada relativitas-relativitas lain yang ditemukan dalam kehidupan ini. 
Ketika dihadapkan pada suatu kondisi maka akan selalu ada sudut pandang yang bersifat relatif dan berbeda dari setiap individu. Konsekuensinya, tinggal bagaimana kita mampu menyikapi relativitas yang ada dan menjadikannya bermanfaat. 

No comments:

Post a Comment