Showing posts with label master student. Show all posts
Showing posts with label master student. Show all posts

June 11, 2013

galau...siapa takut??

Tahun kedua sebagai master student. Bagi sebagian orang hal tidak terlalu menjadi masalah mungkin, karena kebanyakan mahasiswa yang sekolah di luar negeri biasanya sudah memiliki posisi (pekerjaan) tetap di Indonesia. Selesai S2 bisa dong langsung kembali mengabdi pada negara atau perusahaan yang menyekolahkan. Namun, bagi sebagian kecil yang lain, tahun kedua mungkin menjadi masa penentuan lagi, termasuk saya. 

Yap! tahun ini saya harus memikirkan apa yang akan saya lakukan setelah selesai S2. Istilah kerennya GALAU lah ya...galau lagi..galau lagi... kapan selesainya yah ini galau?? perasaan jaman saya SMP ke SMA, SMA ke kuliah, kuliah ke S2, belum terlalu mengenal istilah itu. Dulu si adalah ya bimbang memilih sekolah, takut, dan khawatir tidak diterima, nanti ke depan seperti apa. Tapi tidak ada itu istilah galau. Tapi sekarang ng-trend banget sepertinya. Sedikit-sedikit galau, galau inilah, galau itu lah, pokoknya semua ada galaunya. hmmmmm..... 

Tapi memang begitu mungkin siklusnya, harus ada galaunya dulu sebelum mantab dengan pilihan. Saat ini pun saya galau, walau mungkin tak begitu terlihat jika dibanding jaman awal-awal S2. Galau bagaimana melanjutkan hidup setelah lulus nanti (semoga). Meskipun pilihan selalu ada, tapi mungkin tidak semuanya baik bagi saya. Harus selektif dan teliti untuk melangkah, jalan mana yang terbaik dan cukup memungkinkan untuk saya capai. Dua bulan kedepan mungkin akan menjadi bulan galau, mencoba melihat peluang, membaca suasana, dan menyesuaikan dengan kondisi faktual. Tapi mungkin saja saya tidak akan terlalu memikirkan dan cenderung membiarkan semua mengalir. Seperti sebuah quote yang pernah saya baca "If everything has been written, why should be worry?? Yang pasti akan ada Dia yang selalu menuntun kemana kaki ini akan melangkah. Bukan begitu?? 

curcol??
mungkin... :p 

September 29, 2012

This is life

Inilah kehidupan master student yang sebenarnya!!
Mungkin ini versi saya dan apa yang saya rasakan setelah melangkah satu tahun sebagai pelajar S2 di negeri orang. 
1. Multi tasking itu harus menjadi kebiasaan. Mengerjakan beberapa hal dalam satu waktu itu sungguh mampu melatih efisiensi
2. Tiga bulan multi tasking bisa dibayar dengan liburan saat weekend
3. Meskipun multi tasking tetap harus fokus
4. Berbagai kesibukan ini akan melepaskan dari masalah galau dan cinta yang melanda 
5. Tetap semangat dan menjaga kondisi kesehatan, cukup istirahat, makan bergizi
6. Berdoa dan memohon kelancaran dalam segala hal (karena saya bukan materialism dan masih menganut creationism..)

Hanya tulisan random di tengah mengolah data internship, tugas kuliah filosofi, PPT progress report internship, tugas kuliah mechanism novel therapeutics, padahal baru selesai internship report yang sebelumnya.  

September 5, 2012

Second year master

Summer holiday is over.......

Setelah masa libur yang cukup panjang, walaupun saya sendiri tidak libur, akhirnya tahun kedua harus dimulai. Sejak awal Juni lalu saya memang sudah tidak ada kuliah dan practical part internship telah berakhir. Alhasil saya mulai menulis report, menyiapkan presentasi, dan menulis essay sebagai thesis. Setelah menulis selama kurang lebih dua bulan dan revisi sana-sini dan selepas supervisor saya pergi berlibur, akhirnya terkoreksi juga. Acceptance report saya oleh sang profesor pun menjadi kado Lebaran yang sangat bermakna. Lega dan senang rasanya, sekarang tinggal menunggu waktu presentasi. Rentang yang cukup panjang saya rasa, mengingat saya telah menyelesaikan internship sejak Juni lalu dan baru akan mempresentasikan hasilnya di akhir September. Namun saya jalani saja, semoga hasil internship pertama ini memuaskan dan sebanding dengan usaha saya selama ini. Bersyukur rasanya karena separuh jalan telah dilalui dan satu tahun telah berlalu sejak hari itu saya masuk sebagai mahasiswa master Radboud University, Nijmegen. 

Kamis ini, saya akan masuk untuk internship kedua. Ada rasa yang bercampur-campur mengingat sudah 3 bulan lebih saya tidak masuk lab. Ada kerinduan juga dengan segala seluk beluk lab. Selalu ada euphoria tersendiri yang mencuat ketika memasuki lab dan bertemu dengan sel-sel dalam kultur. Mungkin karena sudah menjadi rutinitas dan kebiasaan saya selama ini, jadi jika tidak masuk lab terasa ada yang hilang. Semoga besok hari pertama menjadi hari yang baik bagi saya dan perkenalan bagi sel-sel baru yang akan saya rawat. 

first internship report
Selain intrnship yang akan saya jalani selama kurang lebih 7 bulan kedepan, saya juga harus menyelesaikan course. Masih ada 3 course yang harus saya bereskan untuk memenuhi kredit sebagai master student. Semoga saja bisa dijalani dengan maksimal. Mengikuti kuliah di negeri orang memang sangat berbeda dengan apa yang sudah saya alami di Indonesia, apalagi di Eropa. Mengikuti course disini harus penuh imajinasi dan rasa ingin tahu, harus mampu mengembangkan logika disamping materi utama yang diberikan. Terkadang saya masih merasa kesulitan mengikuti perkembangan pola pikir di negara maju. Tapi dari apa yang saya pelajari di lab dan diskusi dengan profesor, saya merasa lebih bebas untuk berpendapat dan berekspresi. Disini sangat bebas mengemukakan pendapat dan tidak ada yang salah. Semua tergantung dari alasan yang mendasari dan bagimana logika bekerja. Inilah yang  saya rasakan sebagai master student, cukup berbeda ketika dulu duduk di bangku sarjana. Menyenangkan dan cukup menikmati. This is THE ART of BEING A MASTER STUDENT.
Bagi saya tiap sesi hidup itu ada seninya masing-masing dan tentu setiap orang menjalani dengan berbeda-beda. Itu pendapat saya, bagaimana dengan rekan-rekan sekalian?     

November 26, 2011

starting new challenge

Memulai hari, kesempatan, dan pengalaman baru. Pengalaman yang akan sangat menantang

Perjalanan studi saya di Radboud University pun berlanjut. Tiba saatnya kini saya akan memasuki dunia riset sebagai salah satu tahap mencapai Master of Science (M.Sc). Riset ini lebih dikenal dengan istilah internship dan berbobot lebih dari separuh dari seluruh kredit yang harus saya tempuh. Nantinya saya akan menjalani 2 kali internship dan 2 kali thesis (tanpa defence). 

Internship pertama ini saya lakukan di Tumorimmunology Department (TIL), Nijmegen Center Molecular Life Sciences (NCMLS) dengan topik Efek Imunomudulator Histon deasetilase inhibitor (HDAc inhibitor). Kali ini saya akan melakukan kerja in-vitro dan in-vivo. Namun untuk kerja in-vivo saya tidak boleh bekerja sendiri karena saya tidak memiliki sertifikat untuk bekerja dengan hewan percobaan. Di Uni Eropa dan Belanda khususnya untuk dapat melakukan penelitian dengan hewan percobaan maka harus ada sertifikat yang menyatakan bahwa sang peneliti layak dan terlatih untuk penelitian in-vivo. Proses mendapatkan sertifikat ini sebenarnya tidaklah sulit namun harganya cukup mahal hingga 1500 euro. Karena student, saya tidak perlu mendapatkan sertifikat tersebut, saya akan bekerja di bawah observasi supervisor sehingga supervisor saya yang harus memiliki sertifikat dan bertanggung jawab atas kerja penelitian saya. Awalnya, saya cukup kaget dengan persyaratan ini karena ketika di Indonesia setiap mahasiswa dapat melakukan penelitian in-vivo baik dibawah supervisi maupun karya sendiri, misal PKM.

Inernship saya dimulai pada hari Rabu, 16 November 2011. Saya datang pada pukul 8.45 karena jadwal jam 9 adalah presentasi salah satu PhD bersama dengan departemen-departemen lain dari UMC St. Radboud. Di sini rumah sakit terintegrasi dengan lembaga penelitian dan universitas, sehingga hasil-hasil penelitian dapat langsung diaplikasikan. Presentasi berlangsung sangat cepat tidak lebih dari 45 menit. Setelah presentasi bersama saya pun diperkenalkan supervisor ke seluruh personel TIL. Departemen ini cukup besar karena terdiri atas sekitar 50 orang, sebagian besar adalah PhD candidate, post doc, dan 6 orang profesor. Saya juga diperkenalkan dengan internship student yang lain. Saya juga diajak berkeliling lab yang ada dan ditunjukkan tempat-tempat menyimpan alat maupun bahan untuk penelitian.

Saya pun dibuat terkagum-kagum. Lab disini bagus dan teknologinya canggih. Untuk culture lab ada beberapa single LAF hood yang dapat digunakan oleh semua personel. Kulkas penyimpanan bahan-bahan seperti media dibuat ruang khusus begitu masuk didalamnya akan ditemukan berbagai macam jenis media untuk kultur sel. Ada ruang khusus FACS untuk flowcytometry, alat western blot secara cepat, ruang khusus penyimpanan sel di nitrogen cair yang besarnya seperti drum, kulkas -80 derajat yang besar dan penuh dengan berbagai macam sel, antibodi yang lengkap. Pastinya semua tersedia lengkap di lab ini.

Saya pun memulai petualangan lab saya dengan mengkultur beberapa macam sel neuroblastoma. Protokol yang digunakan pun sedikit berbeda dengan yang pernah saya lakukan sebelumnya. Beberapa perbedaan yang saya temukan disini termasuk dalam persiapan kerja lab diantaranya :
  saat bekerja di LAF hood tidak perlu menggunakan lampu bunsen
  tangan pun tidak memai gloves kecuali untuk bahan karsinogen
  penyemprotan alkohol hanya dilakukan satu kali di awal
  tidak ada sterilisasi dengan UV sebelum LAF dibuka
  ruang yang digunakan tampak biasa tidak ada layout khusus maupun prosedur khusus sebelum masuk.
  pipet ukur yang digunakan sekali pakai dan tidak ada alat yang digunakan berulang kali (sterilisasi ulang)
Perbedaan itu cukup mengagetkan saya, tetapi pada akhirnya saya bisa mulai beradaptasi dengan lingkungan lab yang baru.

Dan minggu depan saya akan memulai petualangan baru dengan teknologi tingkat tinggi FACS... apakah itu?? semoga saya bisa melakukannya dengan baik...:)